Subhanallah, Mahasiswa Malaysia Ini Ucapkan Syahadat Usai Dengar Ceramah Dr. Zakir Naik



Mahasiswa teknik elektro bernama Senkiran Dharma (24), yang merupakan penganut Hindu diislamkan Zakir di hadapan 20.000 orang

Seorang pelajar Universitas Teknik Malaysia Melaka (UTeM) mengucapkan dua kalimah syahadah setelah yakin dengan jawaban diberikan Dr. Zakir Naik saat kuliah umum  di universitas bersangkutan.

Dikutip laman Utusan Online, Senin (18/04/2016), siswa Teknik Elektro Komunikasi UTeM, bernama Senkiran Dharma (24), yang merupakan penganut Hindu diislamkan Zakir di hadapan 20.000 penonton setelah puas dengan jawaban diterimanya terkait kebenaran Islam.

Senkiran ketika ditemui wartawan mengatakan, dia telah mempelajari dan mendalami Islam sejak tiga tahun lalu setelah saudara kembarkan memeluk agama itu dan mulai tertarik untuk lebih memahaminya.

Namun katanya, tindakannya tidak dipaksa oleh siapapun. Sebaliknya tindakannya ini atas pilihan serta keyakinannya sendiri terhadap keagungan Islam.

Pada akhir pertanyaannya itu, Dr. Zakir bertanya kepada Senkiran apakah dia meyakini bahwa Allah itu satu dan Nabi Muhammad itu pesuruh Allah.

Senkiran dengan yakin menjawab bahwa dia sangat yakin Allah itu satu dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah sebelum mendapat tepuk tangan meriah dari seluruh dewan.

Zakir kemudian meminta izin untuk memimpin Senkiran mengucapkan kalimat syahadat dalam bahasa Arab diikuti terjemahannya dalam bahasa Inggris.

Usai mengucap dua kalimah syahadah, Senkiran menerima hadiah al-Quran dari Zakir sambil diiringi laungan takbir.

Sebelumnya, empat orang masuk Islam Sabtu (16/4/2016) malam saat Dr Zakir Naik menyampaikan ceramah berjudul “Apakah Quran firman Allah?” di Stadion Hoki Nasional Bukit Jalil, Malaysia.

Seorang wanita bernama Michelle mengucapkan syahadat pada saat itu. Sebelumnya ia ditanya Zakir, apakah percaya pada Allah dan Nabi Muhammad sebagai utusan Allah, apakah ada orang yang memaksa dia, dan apakah dia melakukannya dengan kehendak sendiri.


Michelle mengatakan tidak ada yang memaksa dia, keinginannya itu datang berdasarkan kehendaknya. Ia percaya kepada Allah dan Nabi Muhammad. Orang-orang yang hadir pun memberi sambutan padanya.*



(Sumber: Hidayatullah.com)

Halaman Berikutnya: