Tolak Jenazah Pro Ahok, Ini Reaksi Djarot


Masyarakat digemparkan dengan sebuah poster yang terbentang di masjid kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Di sana tertulis, bahwa masjid tersebut tidak mensalatkan jenazah pembela penista agama.

Kata-kata yang tertera di poster tersebut dimaksudkan bagi para pendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Ahok saat ini menjadi terdakwa kasus dugaan penistaan agama.

BACA JUGA
Teror Bom Bandung, dari Pegunungan Janto ke Cicendo
Mendagri Tjahjo: Bom Bandung Bukan Kecolongan, tapi Keberhasilan
Wapres JK: Bom Bandung Tak Terkait Kedatangan Raja Salman
Kabar tersebut sontak mendapat kritikan keras dari Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat.

Menurut Djarot, jika ada sekelompok orang yang tidak menerima Ahok, maka dapat direalisasikan di bilik suara.

Kabar lainnya yang tak kalah disorot, detik-detik pelaku bom Bandung di Kecamatan Cicendo berhasil dilumpuhkan.

Penangkapan terduga teroris di Bandung sempat diwarnai baku tembak. Pelaku bahkan melempar bom jenis low explosive saat polisi berusaha merangsek masuk ke dalam kantor kelurahan.

"Sesuatu berlebihan itu tidak baik. Kebencian berlebihan itu tidak baik," ujar Djarot di kawasan Cipinang Muara, Jakarta Timur, Minggu, 26 Februari 2017.

Menurut Djarot, jika ada sekelompok orang yang tidak menerima Ahok, maka dapat direalisasikan di bilik suara. Ketimbang membuat aturan tak mensalatkan orang yang mendukung Ahok.

"Kalau enggak setuju, enggak apa-apa. Nanti pada saat di bilik suara, tentukan suaranya. Supaya Jakarta damai. Jangan justru menakut-nakuti," ujar Djarot.

Halaman Berikutnya: